Showing posts with label Protista. Show all posts
Showing posts with label Protista. Show all posts

Sunday, September 16, 2012

Ciri Protista

Ciri-ciri umum Protista:
Protista dianggap sebagai organisme peralihan antara Monera dan organisme lain, baik hewan maupun tumbuhan.
Protista dibedakan menjadi 3 kelompok, yaitu:
Protista mirip hewan, mirip tumbuhan, dan mirip jamur

Protista mirip hewan (Protozoa)

Merupakan hewan bersel tunggal
Berinti sejati (eukariotik)Rata PenuhTidak memiliki dinding sel.

Bersifat kosmopolit
Makan dengan cara fagositosis
Bentuknya beragam


Klasifikasi Protista mirip hewan

Sporozoa, contohnya: Plasmodium penyebab penyakit malaria.
Bersifat parasit,
Dapat membentuk spora, dan
Tidak mempunyai alat gerak yang khas

Sarcodina/Rhizopoda, contohnya Amoeba
Bergerak dengan kaki semu (Pseudopodia)
Cara menangkap makanan dengan memfagosit.
Terdapat di tempat yang kotor
Tidak mempunyai bentuk yang tetap

Flagellata, contohnya Tripanosoma, sp.
Bergerak dengan bulu cambuk (flagel)
Umumnya hidup bebas

Ciliata, contohnya Paramecium caudatum
Memiliki bulu getar/cilia
Memiliki dua macam inti yaitu makronukleus dan mikronukleus.

Protista mirip jamur tidak dimasukkan ke dalam fungi karena struktur tubuh dan cara reproduksinya berbeda. Reproduksi jamur mirip fungi, tetapi gerakan pada fase vegetatifnya mirip amoeba. Meskipun tidak berklorofil, struktur membran jamur ini mirip ganggang.
Jamur protista dibedakan menjadi dua macam yaitu:


a. Myxomycota (Filum Jamur Lendir)



Jamur lendir terdapat banyak di hutan basah, batang kayu yang membusuk, tanah lembab, sampah basah, kayu lapuk. Jamur lendir dapat berkembangbiak dengan cara vegetatif dan generatif. Fase vegetatif, plasmodium bergerak ameboid mengelilingi dan menelan makanan berupa bahan organik. Makanan dicerna dalam Vacuola makanan, sisa yang tidak dicerna ditinggal sewaktu plasmodium bergerak. Jika telah dewasa plasmodium membentuk sporangium (kotak spora). Sporangium yang masak akan pecah dan spora tersebar dengan bantuan angin. Spora yang berkecambah akan membentuk sel gamet yang bersifat haploid, dan sel gamet ini melakukan singami. Singami adalah peleburan dua gamet yang bentuk dan ukurannya sama (yang tidak dapat dibedakan jantan dan betinanya). Hasil peleburan berupa zigot dan zigot tumbuh dewasa.
Jamur lendir ini mempunyai dua tipe yaitu tidak bersekat (Mixomycota) dan bersekat (Acrasiomycota). Siklus hidup Acrasiomycota merupakan sel tunggal yang bebas. Sel berkumpul membentuk suatu masa multiseluler tunggal. Masa sel berbentuk siput, bergerak atau bermigrasi menuju lokasi yang cacah. Ketika berhenti bergerak, siput mengatur untuk membentuk tangkai (stalk) dengan kotak spora diujung (dipuncak). Pada saat kotak spora matang, kotak spora melepaskan spora ke udara. Spora tersebut terdiri dari sel yang haploid.
Contohnya adalah: Dictyostelium discoideum


b. Oomycota (Filum Jamur Air)



Oomycota merupakan jamur yang hidup di tempat lembab (air). Ciri-cirinya:
a. Benang-benang hifa tidak bersekat melintang di dalamnya terdapat inti dalam jumlah banyak.
b. Dinding selnya terdiri dari selulosa
c. Melakukan reproduksi aseksual membentuk zoospora memiliki 2 flagela untuk berenang.Reproduksi seksual dengan membentuk gamet, setelah fertilisasi membentuk zigot dan tumbuh menjadi oospora.
Contoh jamur ini: Saprolegnia, Phytophtora, Pythium.

Saprolegnia =Jamur yang hidup saprofit pada hewan-hewan yang mati di air
Phytophthora= Jamur karat putih ada yang hidup saprofit dan ada yang hidup parasit.
Yang parasit =
1. Phytophtora infestans = parasit pada kentang
2. P. nicotinae parasit pada tembakau
3. P palmifera parasit pada kelapa

Protista Yang Menyerupai Hewan

Peta konsep protista menyerupai hewan:



Protozoa yang menyerupai hewan dikenal dengan nama protozoa (protos = pertama, zoon = hewan). Sebagian protozoa adalah hewan eukariotik bersel tunggal dan mikroskopis. Protozoa dapat hidup pada air tawar, air laut, air payau dan ada juga yang hidup di dalam tubuh organisme multiseluler. Seluruh kegiatan hidupnya dilakukan oleh sel itu sendiri dengan menggunakan organel-organel antara lain membran plasma , sitoplasma dan mitokondria. Beberapa protozoa ada yang mempunyai peranan dalam menghancurkan sisa-sisa organisme yang telah mati, tetapi ada juga yang bersifat parasit di dalam tubuh organisme, misalnya dapat menyebabkan penyakit tidur, malaria, dan disentri. Protozoa hidup secara individual, tetapi ada juga diantara mereka yang hidupnya berkoloni.
Protozoa berkembangbiak dengan cara aseksual, yaitu dengan cara pembelahan biner dan membentuk spora serta secara seksual yaitu melalui konjugasi. Hewan ini memilki alat gerak berupa cilia, flagel, dan kaki semu (Pseudopia), tetapi ada juga yang tidak memiliki alat gerak.
Pada dasarnya protozoa mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

Organisme uniseluler (bersel satu)
Eukariotik (memiliki membran nukleus
Hidup soliter (sendiri) atau berkoloni
Umumnya tidak dapat membuat makananya sendiri (heterotof)
Hidup bebas, saprofit dan parasit
Dapat membentuk sista untuk bertahan hidup
Alat gerak berupa pseudopia , silia atau flagela


Klasifikasi protozoa
Berdasarkan struktur alat geraknya , filum protozoa dibedakan menjadi empat kelas:

Kelas Rhizopoda (sarcodina)
Kelas Ciliata
Kelas Flagellata
Kelas sporozoa

1. Kelas Rhizopoda
Bergerak dengan kaki semu (pseudopodia) yang merupakan penjuluran protoplasma sel, yang berfungsi sebagai alat penangkap mangsa. Hidup di air tawar, air laut, tempat-tempat basah, dan sebagian ada yang hidup dalam tubuh hewan atau manusia. Perkembangbiakan secara tidak kawin melalui pembelahan biner dan pembentukkan kista. Jenis yang paling mudah diamati adalah Amoeba. Pada Amoeba , pergerakkan Amoeba dengan menggunakan kaki semu terjadi karena adanya rangsangan makanan. Makananya dapat berupa ganggang, bacteri atau sisa-sisa organik. Ektoamoeba adalah jenis Amoeba yang hidup liar di luar tubuh organisme lain (hidup bebas). Contohnya Amoeba proteus, Foraminifera , Arcella, Radiolaria. Entamoeba adalah jenis Amoeba yang hidup di dalam tubuh organisme , contohnya Entamoeba histolityca, dan Entamoeba coli.
Struktur tubuh Amoeba:
Sel dilindungi oleh membrane sel. Didalam selnya terdapat organel – organel, diantaranya inti sel, vakuola kontraktil, dan vakuola makanan.



Membrane sel atau membran plasma
Membrane sel disebut juga plasmalema dan berfungsi melindungi protoplasma.
Sitoplasma dibedakan atas ekstoplasma dan endoplasma. Ektoplasma merupakan lapisan luar sitoplasma yang letaknya berdekatan dengan membrane plasma dan umumnya ektoplasma merupakan bagian dalam plasma, umumnya bergranula. Didalam endoplasma terdapat 1 inti, satu vakuola kontraktil, dan beberapa vakuola makanan. Inti sel (nukleus) berfungsi untuk mengatur selurug kegiatan yang berlangsung di dalam sel.
Rongga berdenyut (Vakuola Kontraktil)
Rongga berdenyut disini berfungsi sebagai organ eksresi sisa makanan. Vakuola kontraktil juga menjaga agar tekanan osmosis sel selalu lebih tinggi dari tekanan osmosis di sekitarnya.
Rongga makanan (vakuola makanan )
Rongga makanan atau sering disebut dengan vakuola makanan berfungsi sebagai alat pencernaan. Makanan yang tidak dicerna akan dikeluarkan melalui rongga berdenyut.
Tempat hidup dan habitat
Berdasarkan tempat hidupnya Amoeba dibedakan menjadi :
a. Ektamoeba : hidup di luar tubuh organisme (hidup bebas). Misalnya Amoeba proteus
b. Entamoeba : hidup di dalam organisme , misalnya manusia: contohnya Entamoeba histolityca, yang hidup di dalam usus halus manusia, bersifat parasit dan menyebabkan penyakit perut (Disentri). Entamoeba coli, hidup dalam colon (usus besar manusia). Amoeba ini tidak bersifat parasit , tetapi kadang-kadang dapat menyebabkan buang air besar terus-menerus. Entamoeba ginggivalis, hidup dalam rongga mulut dan menguraikan sisa-sisa makanan, sehingga merusak gigi dan gusi.
Terdapat juga contoh dari Rhizopoda lainnya seperti:
1. Arcella
Memiliki rangka luar yang tersusun dari zat kitin. Hewan ini banyak terdapat di air tawar. Berbentuk seperti piring, dengan satu permukaan cembung dan permukaan lainnya cekung atau datar , yang ditengahnya terdapat lubang tempat keluarnya kaki palsu.
2. Diffugia
Rangka luar diffugia dapat menyebabkan butir-butir pasir halus dan benda-benda laindapat melekat.
3. Foraminifera
Memiliki rangka luar yang terdiri dari silica atau zat kapur (mengandung kalsium karbonat). Semua anggota foraminifera ini hidup di laut. Genus yang paling terkenal dari Foraminifera ini adalah Globigerina, karena lapisan Foraminifera dapat digunakan sebagai petunjuk dalam pencarian sumber minyak bumi.
4. Radiolaria
Merupakan organisme laut bertubuh bulat seperti bola dan memilki banyak duri yang terbuat dari zat kitin dan stonsium sulfat. Radiolaria yang mati akan mengendap yang disebut dengan Lumpur radiolaria yang digunakan sebagai bahan alat penggosok serta bahan peledak. Contoh genusnya : Achantometro dan Collosphaera.

2. Kelas Flagellata (Mastigophora)
Bergerak dengan flagel (bulu cambuk) yang digunakan juga sebagai alat indera dan alat bantu untuk menangkap makanan. Dibedakan menjadi dua yaitu:

Flagellata autotrofik (berkloroplas) , dapat berfotosintesis. Contohnya Euglena viridis, Noctiluca mliliaris, volvox globator.
Flagellata heterotrofik (tidak berkloroplas), tidak dapt berfotosintesis. Contohnya Trypanosoma gambiense, Leishmania. Sebagian besar hidup bebas dan ada pula yang sebagai parasit pada manusia dan hewan, atau saprofit pada organisme mati.

Flagellata juga dibagi menjadi dua yaitu : Fitoflagellata dan zooflagellata.
1. Fitoflagellata
Adalah flagellata yang dapat melakukan fotosintesis karena memiliki kromatofora. Fitoflagellata mencerna makananya dengan berbagai cara, menelan lalu mencernanya di dalam tubuhnya (holozoik), membuat sendiri makanannya (holofitrik), atau mencerna organisme yang sudah mati (saprofit). Habitat fitoflagellata di perairan bersih dan perairan kotor. Fitoflagellata bergerak dengan menggunakan flagella.
Fitoflagellata mempunyai
a. struktur tubuh
Tubuhnya diselubungi oleh membrane selulosa, misalnya Volvox. Ada pula yang memiliki lapisan pelikel, misalnya euglena. Pelikel adalah lapisan luar yang terbentuk dari selaput plasma yang mengandung protein.
b. Reproduksi
Cara reproduksi ada dua, yaitu secara konjugasi dan secara aseksual dengan membelah diri.
c. Klasifikasi
Dibagi menjadi 3 kelas:
1. Euglenoida : Tubuhnya menyerupai gelendong dan diselimuti oleh pelikel. Contohnya yang terdapat pada Euglena viridis.
Euglena viridis mempunyai ciri-ciri :
1. Ukuran tubuhnya 35 – 60 mikron
2. Ujung tubuhnya meruncing dengan satu bulu cambuk
3. Hewan ini memilki stigma (bintik mata berwarna merah) yang digunakan untuk membedakan gelap dan terang.
4. Memiliki kloroplas yang mengandung klorofil untuk berfotosintesis
5. Memasukkan makanannnya melalui sitofaring menuju vakuola dan ditempat inilah makanan yang berupa hewan – hewan kecil dicerna.



Gambar : Euglena sp
2. Dinoflagellata : contohnya terdapat pada Noctiluca milliaris, yang mempunyai ciri-ciri :
1. Memiliki satu flagella, satu panjang dan satu pendek
2. Dapat melakukan simbiosis dengan jenis ganggang tertentu
3. Tubuhnya dapat memancarkan sinar bila terkena rangsangan mekanik.
3. Volvocida yang mempunyai ciri-ciri mempunyai ciri-ciri :
1. bentuk tubuh umumnya bulat
2. koloninya terdiri dari ribuan hewan bersel satu yang masing-masing memiliki dua flagella
3. Setiap sel memiliki inti , vakuola kontraktil, stigma dan kloroplas.

2. Zooflagellata
Adalah flagellata yang tidak berkloroplas dan menyerupai hewan. Ada yang hidup bebas namun kebanyakan bersifat parasit. Mempunyai :
a. Struktur tubuh
Bentuk tubuh mirip dengan sel leher porifera. Mempunyai flagella yang berfungsi untuk menghasilkan aliran iar dengan menggoyangkan flagella, selain itu flagella juga berfungsi sebagai alat gerak.
b. Reproduksi
Dilakukan secara aseksual dengan membelah biner secara longitudinal , sedangkan reproduksi seksual belum diketahui.
Contohnya adalah:
1. Trypanosoma
Hewan ini bercirikan bentuk tubuh yang pipih dan panjang seperti daun , merupakan parasit dalam darah vertebrata , dan tidak membentuk kista.
Jenis – jenis Trypanosoma antara lain adalah:
a. Trypanosome lewisi hidup pada tikus , hospes perantaranya adalah lalat tse-tse
b. Trypanosoma evansi , penyebab penyakit sura (malas ) pada ternak; hospes perantaranya adalah lalat tse – tse.
c. Trypanosoma gambiense dan T. rhodesiensis hewan penyebab penyakit tidur pada manusia manusia.
d.Trypanosoma cruzi, penyebab penyakit cagas (anemia pada anak kecil)

2. Leishmania
merupakan penyebab penyakit pada sel-sel endothelium pembuluh darah. Jenis-jenis Leismania adalah :
a. Leishmania donovani, penyebab penyakit kalazar yang ditandai dengan demam dan anemia, hewan ini banyak terdapat di Mesir , sekitar laut tengah , dan india.
b. Leishmania tropica, penyebab penyakit kulit , disebut penyakit oriental sore, terdapat di Asia (daerah mediterania) dan sebagian Amerika selatan.
c. Leishmania brasiliensis, juga oenyebab oenyakit kulit dimeksiko dan amerika tengah selatan.

3. Kelas Ciliata
Anggota Ciliata ditandai dengan adanya silia (bulu getar) . Pada fase hidupnya yang digunakan sebagai alat gerak dan mencari makanan. Ukuran silia lebih pendek dari flagel. Memilki 2 inti sel (nukleus), yaitu makronukleus (inti besar), yang mengendalikan fungsi hidup sehari-hari dengan cara mensintesis RNA, juga berperan penting dalam reproduksi aseksual, dan mikronukleus (inti kecil) yang dipertukarkan pada saat konjugasi untuk proses reproduksi seksual. Ada vakuola kontraktil yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan air dalam tubuhya. Banyak hidup di air laut dan tawar. Contoh : Paramaecium caudatum, Stentor, Didinium, Vorticella, Balantidium coli . Alat geraknya berupa rambut getar (silia). Ciliata mempunyai beberapa ciri-ciri , antara lain :
a. Struktur tubuh
1. Kebanyakan ciliata berbentuk simetris kecuali ciliate primitiv, simetrinya radial.
2. Tubuhnya diperkuat oleh perikel, yaitu lapisan luar yang disusun oleh sitoplasma padat
3. Tubuhnya diselimuti oleh silia , yang menyelubungi seluruh tubuh utama disebut silia somatic
4. Ciliata mempunyai dua tipe inti sel (nukleus), yaitu makronukleus dengan mikronukleus.
5. Ciliata tidak mempunyai struktur khusus pertukaran udara dan sekresi nutrisi dan
cara makan
Ciliata memilki mulut atau sitosom yang terbuka menjadi saluran pendek. Di sitofaring pada hewan primitiv , mulut terletak di ujung interior tetapi pada kebanyakan Ciliata , bagian tersebut diganti oleh bagian posterior. Terdapat dua macam mulut pada ciliata yaitu:
1. Mulut membran berombak : merupakan ciliata yang menyatu dalam barisan panjang
2. Membran yang berupa barisan pendek dari cilia yang bersatu membentuk piringan
Fungsi ciliata pada mulut adalah untuk menghasilkan makanan dan mendorong partikel makanan menuju sitofaring . Contoh anggota Ciliata yang terkenal misalnya Paramecium.
Gambar 1.1 Stentor



Gambar 1.2 Didinium



Gambar 1.3 Vorticella



a. Struktur Paramecium
Ujung depan tubuh tumpul, sedangkan belakang meruncing hingga bentuknya seperti sandal atau sepatu.
Terdapat contoh Ciliata yang lain antara lain seperti :
1. Stentor ; Bentuk seperti terompet dan menetap di air tawar yang tergenang atau mengalir. Makanan hewan ini adalah Ciliata yang ukurannya lebih kecil.
2. Didinium ; Merupakan predator pada ekosistem perairan yaitu pemangsa Paramecium.
3. Vortisella ; Bentuk seperti lonceng, bertangkai panjang dengan bentuk lurus atau spiral yang dilengkapi silia sekitar mulutnya. Hidup di air tawar , menempel dengan tangkai batang yang bersifat kontraktil pada substrak. Makananya berupa bakteri atau sisa-sisa bahan organik yang masuk bersama aliran air melalui celah mulutnya.
4. Styllonichia ; Bentuknya seperti siput, silia berkelompok
5. Ballanthidium coli ; habitatnya pada kolon atau usus besar manusia bagian asenden dan transenden yang dapat menyebabkan gangguan pada perut.

4). Apicomplexa (Sporozoa)
Semua anggota dari Sporozoa ini bersifat endoparasit. Tubuhnya berbentuk bulat atau bulat panjang dan Tidak memiliki alat gerak khusus, menghasilkan spora (Sporozoid) sebagai cara perkembangbiakannya. Makanannya langsung diperoleh dari inang tempat hidupnya. Hidup parasit pada tubuh manusia ataupun dapat juga parasit pada hewan. Sporozoid memiliki organel-organel komplek pada salah satu ujung (apex) selnya yang dikhususkan untuk menembus sel dan jaringan inang. Contoh : Plasmodium falciparum, Plasmodium malariae, Plasmodium vivax. Merupakan golongan protista yang menyerupai jamur, karena sporotozoa dapat membentuk spora yang dapat menginfeksi inangnya dan tidak memiliki alat khusus, sehingga geraknya mengubah – ubah kedudukan tubuh, sporozoa hidup sebagai parasit. Respirasi dan eksresi terjadi secara difusi.
1. Plasmodium vivax : Penyebab penyakit malaria tertiana, dengan gejala demam (masa sporulasi) ,selang waktu 48 jam
Gambar : Plasmodium vivax



2. Plasmodium malariae : Penyebab penyakit malaria quartana , dengan gejala demam (masa sporulasi) , selang waktu 72 jam
3. Plasmodium falciparum : Penyebab penyakit malaria tropika, dengan gejala demam (masa sporulasi) , yang tidak teratur. Bisa 1- 3 X 24 jam.
Gambar : Plasmodium falciparum

gbr 10

4. Plasmodium ovale : Penyebab penyakit malaria ovale tertiana (limpa), dengan gejala demam lebih ringan daripada malaria tertiana yang disebabkan oleh Plasmodium vivax. Dengan masa sporulasi 48 jam. Tetapi plasmodium ini tidak ditemukan di Indonesia.

a. Struktur tubuh Sporozoa
a. Tubuhnya berbentuk bulat panjang,
b. Ukuran tubuhnya hanya beberapa micron, tetapi didalam usus manusia atau hewan yang dapat mencapai 10 mm.
c. Tubuh dari kumpulan tropozoid berbentuk memanjang dan dibagian anterior kadang – kadang terdapat kait pengikat atau filament sederhana untuk melekatkan diri pada inang.
b. Reproduksi
Reproduksi secara aseksual dengan spizogoni, yaitu pembelahan diri yang berlangsung di dalam tubuh inang tetap, dan sporogoni yaitu pembentukan spora yang terjadi pada inang sementara (hospes intermediet).
Produksi secara seksual melalui persatuan gamet (mikro gamet = gamet jantan dan makro gamet = gamet betina) yang berlangsung did dalam tubuh nyamuk.
Contohnya adalah Plasmodium.
Siklus hidup Plasmodium di dalam tubuh inang berhasil diungkapkan oleh Charles Laverans dan Grasy, dengan siklus sebagai berikut :
- Bila seekor nyamuk anopheles menghisap darah , maka dikeluarkanlah zat anti pembekuan darah agar darah korban tidak membeku . zat ini disebut dengan anti kougulan. Bersamaan dengan zat anti kogulan maka keluarlah sporozoit –zporozoit dari mulut nyamuk dan masuk melalui luka gigitan di tubuh korban.
- Setelah tiga harisporozoit keluar dari inti, kemudian menyerang sel-sel darah merah dan memasukinya. Fase ini disebut fase eritrositer.
- Sporozoit di dalam sel darah merah disebut tropozoit. Setelah sel-sel darah merah pecah, merezoit keluar dan mencari sel-sel darah merah yang baru . kejadian ini berulang beberapa kali. Bersama dengan pecahnya sel-sel darah merah itu, penderita merasa demam (panas).
- Setelah beberapa waktu mengalami skizogami, beberapa merezoit berubah menjadi gametogenesit yaitu persiapan untuk menjadi gamet jantan dan betina.
- Jika saat itu sel darah manusia ini dihisap oleh nyamuk anopheles betina, maka di dalam tubuh nyamuk , gametosit akan berubah menjadi gamet jantan dan betina, dua gamet ini kemudia melebur menjadi satu membentuk zigot. Zigot ini akan menjadi ookinet, dan pengisap makanan dari nyamuk.
- Ookinet berubah menjadi bulat disebut oosita. Menghasilkan beribu-ribu sporozoit dengan cara sporozoit. Dari tahapan inilah kemudian sporozoit akan sampai pada kelenjar liur nyamuk untuk ditularkan .

Siklus Hidup Nyamuk:



Protista Yang Menyerupai Tumbuhan

Ganggang adalah Protista yang menyerupai tumbuhan, berwarna hijau, dan berbentuk seperti benang-benang halus. Mengapa dikatakan menyerupai tumbuhan? Karena ganggang merupakan Protista yang mengandung klorofil dan dapat berfotosintesis untuk memenuhi kebutuhan makanannya sendiri. Mengapa ganggang hanya dikatakan menyerupai tumbuhan? Bukankah ganggang dapat membuat makanan sendiri?

Ganggang memang bukan merupakan tumbuhan karena ganggang tidak mempunyai akar, batang, dan daun sejati seperti yang dimiliki oleh tumbuhan. Coba kalian perhatikan dasar kolam pada musim kemarau! Benarkah dasar kolam tersebut berwarna hijau? Mengapa air kolam berwarna hijau? Apakah warna hijau di dasar air kolam tersebut disebabkan adanya ganggang hijau yang tumbuh di dalamnya?

Ganggang dapat hidup di air tawar dan di air laut, tetapi ada pula yang hidup di tempat-tempat yang lembap, seperti dinding tembok kamar mandi, batu-batuan, atap rumah, atau kulit-kulit pohon. Ganggang juga memiliki ciri lain yang sama dengan Protista, yaitu memiliki membran inti, ada yang bersifat uniseluler dan ada yang multiseluler.

Ganggang dapat berbentuk benang, lembaran, atau koloni sel. Reproduksi ganggang dapat dilakukan secara seksual dan aseksual. Secara seksual dilakukan dengan cara isogami dan oogami. Isogami terjadi jika antara sel betina dan sel kelamin jantan mempunyai ukuran yang sama dan sulit dibedakan. Oogami terjadi jika antara sel kelamin jantan dan sel kelamin betina mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda dan mudah dibedakan.

Dari peleburan dua sel kelamin tersebut, akan terjadi pembuahan yang menghasilkan zigot. Zigot akan terus berkembang menjadi individu baru. Ganggang dapat dikelompokkan menurut pigmen yang dimilikinya menjadi beberapa golongan, yaitu ganggang cokelat (Phaeophyta), ganggang pirang (Chrysophyta), ganggang merah (Rhodophyta), ganggang hijau (Chlorophyta), dan ganggang Euglenophyta.

1. Filum Euglenophyta
Euglenophyta merupakan ganggang bersel satu. Euglena biasa hidup di air tawar, misalnya, air kolam, sawah, sungai, atau parit. Makhluk hidup ini berwarna hijau, berklorofil, dan berfotosintesis sehingga dimasukkan ke dalam dalam kelompok makhluk hidup yang menyerupai tumbuhan.

Makhluk hidup ini juga mempunyai ciri-ciri yang menyerupai hewan karena dapat bergerak aktif, cara memasukkan makanan melalui mulut sel, tidak berdinding sel, dan mempunyai bintik mata sehingga Euglena ini merupakan makhluk hidup yang menyerupai hewan dan sekaligus juga merupakan makhluk hidup yang menyerupai tumbuhan, contohnya, Euglena viridis.
a . Ciri-Ciri Euglena Euglena mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1) berwarna hijau karena mengandung klorofil,
2) sel berbentuk oval memanjang,
3) di salah satu ujungnya terdapat mulut sel,
4) dari mulutnya muncul satu flagela (cambuk) yang berfungsi sebagai alat gerak, dan
5) mempunyai bintik mata yang terletak di dekat mulut sel yang berfungsi untuk membedakan antara gelap dan terang.

b . Cara Euglena Memperoleh Makanan
Sebagai organisme yang menyerupai tumbuhan, Euglena dapat membuat makanan sendiri dengan melakukan fotosintesis. Dengan bantuan cahaya matahari, makhluk hidup ini dapat mengubah klorofil menjadi energi. Selain berfotosintesis, makhluk hidup ini dapat pula memasukkan bahan makanan melalui mulut sel yang dimilikinya sehingga Euglena dapat disebut sebagai organisme fotoautotrof dan organisme heterotrof.

c . Cara Euglena Bereproduksi
Reproduksi Euglena dilakukan dengan membelah diri. Dari pembelahan ini akan dihasilkan dua sel anak. Setiap sel anak mempunyai inti sel, membran sel, dan sitoplasma.

2. Filum Ganggang Hijau (Chlorophyta)
Chlorophyta adalah ganggang yang mengandung klorofil dan karotin berwarna kuning sehingga warnanya menjadi hijau kekuningan. Biasanya, ganggang ini hidup di air tawar, seperti air kolam, air danau, ataupun air sungai. Air kolam, sungai, atau danau akan berwarna hijau karena adanya jenis ganggang hijau di dalamnya.

Chlorophyta (ganggang hijau) merupakan plankton yang hidup melayang-layang di air tawar atau laut. Ganggang hijau dapat berbentuk benang, filamen, ataupun berkoloni. Contoh ganggang hijau, antara lain, Volvox sp., Spirogyra sp., dan Ulothrix sp. D

engan bantuan cahaya matahari, Chlorophyta dapat melakukan fotosintesis. Plankton ini merupakan sumber makanan utama bagi hewan-hewan yang hidup di dalamnya. Plankton disebut sebagai produsen. Bagaimana kalian tahu jika Chlorophyta sedang melakukan fotosintesis? Amati dan perhatikan kolam ikan air tawar pada siang hari.

Jika kalian perhatikan dengan baik, ganggang yang terkena cahaya matahari akan mengeluarkan gas berupa gelembung-gelembung kecil yang menempel pada pinggir-pinggir kolam, gas itu adalah oksigen. Oksigen adalah gas yang dihasilkan dalam proses fotosintesis.
a . Ciri-ciri Chlorophyta
Ganggang hijau (Chlorophyta) mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1) tubuhnya mengandung klorofil dan berwarna hijau. Sel mengandung kloroplas yang berisi klorofil a.b. karoten dan xantofil,
2) hidup melayang-layang di air tawar atau air laut,
3) merupakan makhluk hidup bersel satu yang berbentuk benang, lembaran, dan berkoloni,
4) telah memiliki dinding sel, dan
5) cadangan makanan disimpan di suatu rongga yang berbentuk bulat. Rongga ini terletak di dekat kloroplas yang disebut pirenoid.

b . Cara Mendapatkan Makanan
Ganggang hijau mengandung klorofil dan dapat melakukan fotosintesis untuk mendapatkan makanannya. Ganggang hijau berperan sebagai pemasok bahan makanan utama bagi hewan-hewan yang ada di perairan tersebut. Di perairan tersebut, ganggang hijau disebut sebagai produsen.

c . Cara Chlorophyta
Bereproduksi Reproduksi Chlorophyta dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara seksual dan secara aseksual. Reproduksi seksual dilakukan dengan cara peleburan sel kelamin jantan dan betina serta ada juga yang secara konjugasi.
Reproduksi secara aseksual dilakukan tanpa adanya peleburan sel jantan dan betina, tetapi dilakukan dengan pembelahan biner (ganggang bersel satu), fragmentasi (ganggang berbentuk benang dan berkoloni), serta pembentukan zoospora (spora kembara).

d . Contoh-Contoh Chlorophyta
Beberapa contoh ganggang hijau yang sering dijumpai adalah sebagai berikut.
1) Chlorococcum dan Chlorella merupakan Chlorophyta bersel satu yang tidak dapat bergerak dan bersifat mikroskopis. Kloroplasnya berbentuk mangkuk, berukuran mikroskopis, dan hidup sebagai plankton air tawar. Chlorococcum dan Chlorella dapat berkembang biak secara aseksual dengan membentuk zoospora yang bergerak dengan dua flagella.
Chlorella dapat berkembang biak dengan pembelahan sel. Chlorella dapat dimanfaatkan sebagai obat, bahkan sekarang sedang dikembangkan untuk obat yang dikemas dalam bentuk kapsul.

2) Chlamydomonas merupakan Chlorophyta bersel satu yang dapat bergerak dan bersifat mikroskopis. Selnya berbentuk bulat telur. Sel Chlamydomonas mengandung satu inti, satu vakuola, dan kloroplas. Alat gerak berupa dua flagel. Kloroplas berbentuk mangkuk. Bintik mata dan pirenoid terletak di dalam mangkuk yang berfungsi sebagai tempat pembentukan zat tepung. Chlamydomonas dapat berkembang biak dengan dua cara, yaitu dengan pembentukan zoosprora dan konjugasi.

3) Spirogyra dan Oedogonium adalah sel yang membentuk benang atau untaian memanjang seperti benang dan bersifat mikroskopis. Spirogyra dan Oedogonium banyak hidup di air tawar. Spirogyra mempunyai sel yang mengandung kloroplas berbentuk pita spiral dan dalam satu sel mengandung satu inti, dapat berkembang biak secara fragmentasi dan konjugasi.

Oedogonium mempunyai kloroplas berbentuk jala dan dalam satu sel mengandung satu inti serta dapat berkembang biak dengan zoospora dan peleburan spermatozoid (anteridium) dengan ovum (oogonium) yang dihasilkan oleh benang yang berbeda. Hasil peleburan tersebut adalah zigot yang dapat tumbuh menjadi individu baru.

4) Chara dan Ulva merupakan Chlorophyta yang berbentuk lembaran. Chara merupakan ganggang yang hidup di air tawar, mempunyai ruas-ruas yang mengandung nukula dan globula. Nukula mengandung arkegonium penghasil ovum. Globula mengandung anteridium penghasil spermatozoid.

Pembuahan ovum oleh spermatozoid akan menghasilkan zigospora yang selanjutnya akan berkembang menjadi individu baru. Reproduksi secara aseksual dilakukan dengan fragmentasi. Ulva adalah ganggang yang hidup di air laut, memiliki kromosom diploid (2n), berkembang biak secara aseksual dengan spora yang menghasilkan Ulva haploid (n). Ulva haploid (n) akan berkembang biak secara seksual menghasilkan Ulva diploid (2n).

5) Hydrodictyon merupakan Chlorophyta yang berbentuk koloni tak bergerak. Banyak terdapat di air tawar dan bentuk koloninya seperti jala. Berkembang biak secara aseksual dengan spora dan fragmentasi, sedangkan secara seksual dengan konjugasi.

6) Volvox merupakan Chlorophyta yang berbentuk koloni dan bergerak. Volvox hidup di air tawar dan tiap sel mempunyai dua flagel dan stigma, bentuk koloni seperti bola dengan jumlah sel 500 – 50.000 buah. Reproduksi secara aseksual dilakukan dengan cara fragmentasi, sedangkan secara seksual dengan konjugasi.

3. Filum Ganggang Cokelat (Phaeophyta)
Ganggang cokelat berwarna cokelat karena selain mengandung klorofil juga memiliki zat warna cokelat (fukosantin). Ganggang ini hidup di air laut, mempunyai tubuh yang multiseluler, berbentuk seperti lembaran atau tumbuhan tinggi (memiliki alat, seperti akar, batang, dan daun), serta sering digunakan sebagai bahan pakan ternak, obat-obatan, dan bahan cat. Contoh ganggang cokelat adalah Fucus, Tulbilaria, Laminaria, dan Sargasum.

Ganggang cokelat berkembang biak secara aseksual dengan fragmentasi, sedangkan secara seksual dilakukan dengan cara pembentukan konseptakel jantan yang mengandung anteridium penghasil spermatozoid dan konseptakel betina yang mengandung oogonium penghasil ovum. Pembuahan sperma dan ovum menghasilkan zigot. Selanjutnya, zigot akan tumbuh menjadi individu baru.

4. Filum Ganggang Pirang atau Keemasan (Chrysophyta)
Chrysophyta ada yang berwarna kuning kecokelatan, hijau kekuningan, dan kuning keemasan (diatom). Chrysophyta ada yang bersel satu, bersel banyak, dan bersifat mikroskopis. Chrysophyta merupakan penyusun plankton yang terbesar.

Chrysophyta hijau kekuningan (Xanthophyceae) mengandung klorofil dan pigmen kuning (xentofil). Contohnya, Vaucheria yang mempunyai ciri berbentuk seperti benang, bercabang tidak bersekat, bersel banyak, dan benang berinti banyak (senosit). Reproduksi aseksual dilakukan dengan membentuk zoospora, secara seksual dengan peleburan sperma dan ovum yang menghasilkan zigot.

Chrysophyta kuning kecokelatan (Chrysophyceae) mengandung klorofil dan karoten (pigmen keemasan), bersel satu (Ochromonas), dan berkoloni (Synura). Chrysophyta yang disebut diatom (Bacillariophyceae) berbentuk seperti kotak yang saling menutupi dan dapat hidup di tempat yang basah, baik air tawar, air payau, maupun air laut.

Reproduksi aseksual dilakukan dengan cara membelah diri. Contoh ganggang ini adalah Diatom, Navicula, Cyclotella, dan Pinnularia. Dinding sel Diatom mengandung zat kersik sehingga ganggang pirang sering disebut juga ganggang kersik. Zat kersik ini sangat berguna bagi industri, misalnya, sebagai bahan penggosok dan bahan isolasi.

5. Filum Ganggang Merah (Rhodophyta)
Ganggang merah merupakan makhluk hidup bersel banyak. Berwarna merah tua karena selain mengandung klorofil, juga mengandung zat warna merah (fikoeritrin).

Ganggang ini hidup di laut, memiliki bentuk seperti rumput maka sering disebut rumput laut (sea weed) dan bersel banyak (berbentuk seperti lembaran). Berkembang biak secara seksual dengan peleburan sperma dan ovum yang menghasilkan zigot. Ganggang merah dapat dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan makanan dan kosmetika.

Contoh ganggang merah yang digunakan sebagai bahan makanan, antara lain, Euchema spinosum dan Gellidium yang digunakan manusia untuk bahan agar-agar. Selain untuk bahan makanan, agar-agar juga dimanfaatkan sebagai medium kultur mikroorganisme, kosmetik, obat, pelapis daging kaleng, pengeras es krim, serta pengelmusi lemak dan cokelat batangan.

6. Filum Ganggang Api (Pyrrhophyta)
Ganggang api sering disebut dengan Dinoflagelata. Sebagian besar hidup di laut dan ada juga yang hidup di air tawar. Ganggang ini mempunyai ciri tubuhnya bersel satu, dinding sel berupa lempengan selulosa yang rapat, dapat bergerak aktif, di luar sel terdapat celah dan alur yang masing-masing dilengkapi dengan satu flagel, berklorofil, mengandung pigmen kuning kecokelatan, dan berkembang biak dengan cara membelah diri.

Contohnya adalah Peridinium. Peranan Ganggang (Algae) bagi Kehidupan Manusia Ganggang dapat memberikan berbagai manfaat bagi kehidupan manusia. Manfaat ganggang bagi kehidupan manusia adalah sebagai berikut.
a. Ganggang hijau merupakan sumber fitoplanton yang digunakan sebagai pakan ikan dan hewan air lainnya. Dapat dikatakan bahwa pada ekosistem perairan, ganggang hijaulah yang merupakan produsen bagi hewan-hewan air lainnya.

b. Ganggang cokelat (Macrocrytis pyrifera) mengandung yodium yang mengandung Na, P, N, dan Ca yang dapat dimanfaatkan sebagai suplemen untuk hewan ternak. Selain itu, ganggang cokelat yang mengandung asam alginat dapat dimanfaatkan sebagai pengental produk makanan, industri, dan alat-alat kecantikan (Laminaria, Macrocystis, Ascophylum, dan Fucus).

c. Ganggang merah dapat dimanfaatkan untuk makanan suplemen kesehatan (Porphyra), sumber makanan (Rhodymenia palmata), pembuatan agar (Gellidium), dan penghasil karagenan (pengental es krim).

d. Dinding sel diatom mengandung zat kersik sehingga ganggang keemasan sering disebut juga ganggang kersik. Zat kersik ini sangat berguna bagi industri, seperti bahan penggosok, penyaring, industri kaca, dan bahan isolasi.


Protista

Protista

Beberapa anggota Kerajaan Protista yang uniseluler, yang lain kolonial, namun lain multiseluler. Perhatikan bahwa dalam bentuk kolonial, semua sel yang serupa dengan serupa, fungsi umum, sedangkan pada spesies yang benar-benar multiseluler, "tubuh" dari organisme terdiri dari berbagai jenis sel, masing-masing jenis dengan fungsi khusus mereka sendiri. Organisme ini semua eukariota (mereka memiliki inti sejati). Mereka semua membutuhkan semacam lingkungan berbasis air - yang dapat menjadi air tawar atau laut, salju, tanah basah, rambut beruang kutub - di mana untuk hidup. Semua adalah aerobik dan memiliki mitokondria untuk melakukan respirasi sel, dan beberapa memiliki kloroplas dan dapat melakukan fotosintesis. Kebanyakan dari mereka mereproduksi atau tumbuh oleh mitosis, dan beberapa mereproduksi oleh meiosis dan fertilisasi. Banyak dapat membentuk kista dalam kondisi buruk. Protista merupakan komponen utama dari plankton.

Protista dikelompokkan menjadi tiga besar, kategori resmi berdasarkan sarana yang mereka memperoleh gizi. Ini adalah, Protozoa tersebut Algae, dan Jamur seperti Protista. Untuk beberapa alasan, botanis menggunakan kata "Divisi" berarti tingkat taksonomi yang sama sebagai "Filum", dan sejak itu, jalan kembali semuanya itu disamakan baik sebagai tanaman atau binatang, ahli taksonomi yang mempelajari Kerajaan Protista (dan mereka yang mempelajari Kerajaan Jamur) juga masih menggunakan kata "Divisi" berarti "Filum", jadi misalnya, ketika "Divisi Rhizopoda" yang tercantum di bawah ini, itu berarti hal yang sama dengan mengatakan "Filum Rhizopoda".

Protozoa:

Ini protista adalah hewan-seperti, terutama dalam gizi mereka. Mereka menelan makanan mereka dengan fagositosis. Beberapa memiliki mulut-seperti struktur di mana mangsa diletakkan sementara yang lain menggunakan pseudopodia untuk bergerak dan memangsa menelan. Mangsa umum termasuk bakteri dan lainnya yang lebih kecil organisme bersel satu.

Divisi Rhizopoda:
Klik di sini untuk Film Amoeba Contoh anggota Divisi ini adalah genus Amoeba, penghuni air tawar. Protista dalam kelompok ini adalah uniseluler dan memiliki pseudopodia. Beberapa mensekresikan kerang di sekitar mereka, sementara yang lainnya tidak. Tak satu pun dari mereka memiliki flagella, silia, atau meiosis. Entamoeba histolytica adalah bentuk parasit yang menyebabkan disentri amuba. Ini menjajah usus dan memakan bakteri, menyebabkan gejala yang berkisar dari diare ringan sampai disentri. Biasanya periode diare berair, sering mengandung darah, bisa bergantian dengan sembelit, dan sering terdapat perut kembung dan kram perut. Entamoeba dapat secara langsung menyebar (seks anal), atau tidak langsung menyebar (dengan meminum air yang terkontaminasi). Buah-buahan segar dan sayuran mungkin tidak aman jika dipupuk dengan kotoran manusia, disirami dengan air yang terkontaminasi, atau disiapkan oleh seseorang dengan di / nya tangan.

Divisi Apicomplexa:
Ini semua adalah parasit dan membentuk kecil, spora menular. Semua memiliki siklus hidup yang kompleks. Contohnya adalah Plasmodium vivax, yang menyebabkan malaria, yang beberapa spesies nyamuk adalah tuan rumah sekunder. Hal ini juga memungkinkan untuk menjadi terinfeksi dengan parasit Plasmodium dari transfusi dari orang yang terinfeksi atau jika saham pecandu narkoba jarum suntik yang dengan orang yang terinfeksi. Satu tahap dalam siklus hidup yang rumit tumbuh di nyamuk, tahap berikutnya dalam hati orang yang baru terinfeksi, dan tahap selanjutnya menyerang sel merah darah seseorang, pecah sel darah merah sebagai parasit meninggalkan untuk menyerang sel-sel lain. Gejala meliputi menggigil bolak siklus, demam, dan berkeringat yang pada awalnya, bisa salah untuk flu. Sementara biasanya kurang dari 1% dari sel darah merah terinfeksi, sering malaria menyebabkan anemia karena jumlah sel darah merah yang lebih kecil. Seringkali limpa dan hati membesar ketika mereka mencoba untuk berurusan dengan sel darah merah mati. Malaria diobati dengan ekstrak dari pohon kina. Ingat bahwa orang dengan sel sabit lebih tahan karena ketika parasit malaria memasuki RBC, para sabit RBC, membunuh parasit, sehingga mencegah bertambah banyak dan menyebar.

Divisi Zoomastigophora:
Divisi Trypanosoma ini berisi beberapa organisme yang hidup bebas, orang lain yang simbion, dan yang lain yang parasit. Contoh dari anggota simbiosis Divisi ini adalah protozoa yang hidup dalam usus rayap dan mencerna selulosa dalam kayu dimakan rayap. Sebuah contoh dari bentuk parasit Trypanosoma gambiense akan, yang menyebabkan penyakit tidur Afrika dan disebarkan oleh gigitan lalat tsetse. Gejalanya meliputi demam tidak teratur, pembengkakan umum kelenjar getah bening, kulit letusan, dan daerah pembengkakan lokal yang menyakitkan. Akhirnya SSP gejala seperti tremor, sakit kepala, apatis, dan kejang-kejang muncul dan menjadi lebih buruk, menyebabkan koma dan kematian akhirnya. Awal, parasit ditemukan dalam darah dan getah bening, tetapi kemudian hanya dalam cairan cerebrospinal orang tersebut.

Divisi Ciliophora:
Klik di sini untuk Film Paramecium Contoh organisme di Divisi ini adalah Paramecium. Ini protozoa yang soliter, organisme air tawar dan menggunakan silia untuk bergerak. Mereka memiliki mungkin struktur yang paling kompleks dan organisasi dari semua sel. Daripada satu inti, mereka memiliki macronucleus lebih besar dan lebih kecil micronuclei beberapa. Mereka menggunakan bentuk reproduksi seksual yang disebut konjugasi di mana beberapa micronuclei yang dipertukarkan antara dua individu yang terlibat.


Alga Protista

Ini protista bersifat fotosintetik, nutrisi mereka adalah tanaman seperti. Hampir semua dari mereka memiliki klorofil A, sebagian besar memiliki klorofil C, tetapi hanya sedikit memiliki klorofil B. Mereka juga memiliki berbagai karotenoid dan pigmen lainnya, dan seringkali mereka dikelompokkan ke dalam Divisi berdasarkan kesamaan dalam pigmen.

Divisi Dinoflagellata:
Ini adalah berlimpah di plankton, kadang-kadang terjadi dalam jumlah besar. Mereka kadang-kadang bisa menjadi begitu banyak sehingga air tampak merah, sehingga ini mekar alga (berarti ada banyak dari mereka, karena tidak ada hubungannya dengan bunga, yang mereka tidak memiliki) disebut Red Tide. Karena Dinoflagellates beracun bagi manusia, tidak aman untuk dimakan "kerang" (kerang, dll) dikumpulkan di mana Red Tide yang terjadi (pada Protista masuk ke dalam cangkang kerang dan tidak dapat dengan mudah dihapus). Dinoflagellata yang bercahaya, yaitu, mereka mampu menghasilkan cahaya seperti keringanan bug, dan pada malam selama Red Tide, puncak-puncak gelombang laut tampak bersinar dalam gelap.

Divisi Euglenophyta:
Klik di sini untuk Film Euglena Mungkin contoh yang paling terkenal dari Divisi ini adalah genus Euglena. Masing-masing organisme memiliki flagellum pada ujung anterior, dan ini digunakan untuk menggerakkan organisme. Mereka memiliki kloroplas dan, ketika dalam terang, melakukan fotosintesis. Jika mereka tidak dalam terang, mereka juga bisa memperoleh gizi oleh fagositosis. Untuk membantu mereka pengertian cahaya (yang mereka kemudian bergerak menuju), Euglena memiliki cahaya-sensitif "eyespot" atau stigma dekat ujung anterior mereka. Ini bukan mata sejati, dalam hal ini tidak dapat melakukan pembentukan citra, melainkan itu adalah fotoreseptor yang indera tingkat cahaya di lingkungan organisme.

Divisi Chlorophyta:
Protista ini juga dikenal sebagai kloroplas mereka dan pigmen di dalamnya mirip dengan tanaman (ini adalah satu-satunya kelompok ganggang dengan klorofil B) "ganggang hijau.", Sehingga diperkirakan bahwa ganggang hijau mungkin nenek moyang evolusioner tanaman. Berbagai jenis ganggang hijau dapat ditemukan di berbagai lingkungan termasuk segar dan air garam, tanah basah, permukaan salju, dan dalam organisme lain (lumut, hydra, beruang kutub rambut).
Klik di sini untuk Chlamydomonas Chlamydomonas Film yang uniseluler dan mengandung eyespot (stigma), kloroplas, dua flagela, dan inti.
Klik di sini untuk Volvox Film Volvox adalah kolonial dan sering mengandung koloni putri hijau gelap di dalamnya. Setiap sel posesses dua flagela, yang memungkinkan koloni untuk mobile. Ada matriks interseluler memegang koloni sel bersama-sama.
Ulva disebut Laut Selada. Ini adalah benar-benar multiseluler, dengan pembagian kerja di antara berbagai sel, dan makroskopik. "Tubuh" adalah dua sel tebal, dan ada khusus-dimodifikasi "pegangan erat" untuk jangkar organisme ke dasar laut. Siklus hidupnya meliputi tahap kedua 1n dan 2n (lihat di bawah).
Klik di sini untuk Closterium Closterium Film adalah anggota dari kelompok sub-disebut Desmids. Beberapa koloni bentuk desmids, tapi Closterium yang soliter. Intinya adalah di tengah dengan kloroplas berbentuk kerucut di setiap sisi. Setiap kloroplas berisi serangkaian pati-organel penyimpanan yang disebut pyrenoids Dalam Closterium hidup, setiap akhir sel beruang vakuola kecil berisi beberapa butir gipsum yang "dance" oleh gerak Brown.
Klik di sini untuk Spirogyra Film Spirogyra yang kolonial, yang diatur dalam filamen panjang. Setiap sel berisi kloroplas spiral dengan pyrenoids (digunakan untuk menyimpan pati) dan inti. Mereka memiliki konjugasi - tipe reproduksi seksual di mana isi dari sel gamet jantan pergi ke sel wanita.

Silih bergantinya Generations ganggang hijau Banyak, terutama yang multiseluler, memiliki keduanya seksual dan aseksual tahapan dalam siklus hidup mereka, sehingga kita harus kembali memperkenalkan gagasan Alternatif dari Generasi kita diskusikan bersama dengan meiosis. Ketika kami pertama kali dibahas Alternatif dari Generations, kami melihat sebuah diagram yang sangat sederhana di mana orang dewasa dihasilkan 1n gamet oleh meiosis, dan mereka bergabung dengan gamet syngamy untuk membentuk generasi 2n baru. Dalam kenyataan di ganggang dan tanaman, ada tahapan lagi dalam proses, sehingga kita sekarang perlu untuk mengunjungi kembali siklus ini. Generasi 2n, yang pada manusia disebut "dewasa," dalam alga dan tanaman disebut sporophyte karena menghasilkan spora. Dalam struktur reproduksi khusus di / pada tubuh yang sporophyte, meiosis terjadi untuk mengurangi jumlah kromosom dari 2n hingga 1n, sehingga spora yang dihasilkan 1n. Setiap spora berkecambah dan tumbuh menjadi organisme, baru yang independen, 1n (yang sering terlihat sama sekali berbeda dari generasi 2n). Organisme ini disebut 1n gametophytes karena mereka menghasilkan gamet (telur dan sperma), yang masih 1n. Telur dan sperma bersatu dengan syngamy meningkatkan jumlah kromosom dari 1n sampai 2n, dan membentuk zigot yang 2n. Zigot tumbuh ke dalam sporophyte, dan siklus dimulai lagi. Berbagai ganggang hijau melalui siklus ini seperti yang dilakukan anggota dari dua kelompok berikutnya, ganggang coklat dan merah. Tanaman juga pergi melalui siklus yang sama dengan beberapa modifikasi yang menarik akan kita bicarakan nanti.

Divisi Phaeophyta:
Organisme ini umumnya dikenal sebagai Mereka multisel dan hidup di laut, zona beriklim sedang, daerah kosta "ganggang coklat.". Mereka semua memiliki bentuk reproduksi seksual dengan pergantian generasi. Salah satu anggota Divisi ini dengan yang Anda mungkin akrab adalah Kelp, yang sebenarnya dapat menjadi salah satu dari beberapa spesies rumput laut di Fucus genera dan / atau Laminaria. Ganggang coklat digunakan dalam banyak kebudayaan sebagai makanan manusia, dan merupakan sumber yang baik yodium. Kita perlu yodium untuk kelenjar tiroid kami, dan jika seseorang tidak cukup yodium di / nya diet (paling sering di daerah pedalaman di mana yodium tidak ditambahkan ke garam), membesar kelenjar tiroid dalam upaya untuk terus membuat hormon tiroid yang cukup (yang tidak ada gunanya karena apa itu kurang adalah yodium diperlukan untuk membuat hormon). Ini tiroid membesar disebut gondok. Laminaria juga memiliki penggunaan ginekologi yang menarik. Jika seorang wanita dijadwalkan untuk beberapa prosedur medis yang dokter membutuhkan akses ke bagian dalam rahimnya, sering satu atau dua hari sebelumnya, digulung, potongan kering dari Laminaria dimasukkan ke dalam pembukaan leher rahim wanita. Seperti rumput laut menyerap air dari cairan tubuhnya, dengan lembut dan perlahan-lahan mengembang, secara bertahap peregangan leher rahim. Dengan demikian, pada saat operasi nya dijadwalkan, leher rahim telah melebar perlahan dan lembut daripada dokter harus secara paksa dan cepat (dengan demikian menyakitkan) stretch menit serviks terbuka sebelumnya.

Divisi Rhodophyta:
Ini disebut "ganggang merah." Mereka juga multisel dan kelautan-tinggal, tetapi lebih biasanya ditemukan di zona tropis dan lebih dalam di laut. Mereka juga pergi melalui pergantian generasi, Banyak dari (seperti Nori digunakan dalam sushi) yang digunakan oleh manusia sebagai makanan, dan juga merupakan sumber yang baik yodium.

Jamur-seperti Protista

Divisi Myxomycota:
Organisme ini disebut "jamur lendir." Mereka adalah jamur-seperti dalam gizi mereka bahwa mereka menyerap nutrisi dari lingkungan mereka. "Tubuh" mereka struktur yang tidak biasa dalam inti mengalami mitosis, tapi ada sitokinesis ada - tidak ada sel-sel individual dengan satu inti masing-masing. Sebaliknya, "tubuh" adalah raksasa, multinukleat massa sitoplasma. Jamur lendir adalah mobile: mereka bergerak dengan gerakan amoeboid, dengan kata lain, seperti Amoeba raksasa dengan raksasa pseudopodia. Mereka tinggal di kayu lapuk dan bergerak di sekitar di antara serat, menelan bakteri, dll oleh fagositosis. Jamur lendir sering berwarna cerah (kuning atau oranye).
Detail: Protista
Older Post ►
 

Copyright 2011 Sitaresmi K is proudly powered by blogger.com | Design by BLog Bamz Published by Template Blogger